CatatanKu

sekelumit tentang ini itu yang saya tau….(^^,)

KESIMPULAN

Setelah selesainya saya menyajikan beberapa posting artikel mengenai CentOS Linux yang saya pelajari dari bangku perkuliahan, maka kali ini saya menyimpulkan bahwa :

  1. CentOS merupakan salah satu distro Linux yang bersifat Open Source.
  2. Berbagai macam perintah untuk melakukan kegiatan pada CentOS dapat dilakukan melalu User Terminal.
  3. Pembuatan file pada User Terminal CentOS dapat menggunakan perintah cat, vi ataupun echo.
  4. Pengaturan IP Address pada CentOS dapat dilakukan melalui GUI ataupun Terminal dan keduanya dapat dilakukan dengan mudah.
Tidak ada Komentar »

IP ADDRESS

• Perintah untuk mensetting IP address

ifconfig eth0 IpAddress

• Perintah untuk mensetting Gateway

route add default gw IpAddressGateway

• Perintah untuk mengkoneksikan dengan komputer lain

ping IpAddress_tujuan

• Perintah untuk mengubah Hostname

hostname namabaru

CARA SETTING IP ADDRESS MELALUI GUI

  • Klik menu System | Administration | Network
  • Klik New, Device Type: Ethernet Connection, klik Forward
  • Pilih Statically set IP Address, lalu isi IP Address yang akan digunakan, dan klok OK
  • Setelah itu klik Apply

 

Tidak ada Komentar »

KOMPRES FILE DAN EXTRACT FILE

- Compress File : Menjadikan file dengan kapasitas memory yang lebih ringan

dari format biasa.

Caranya : [tami@localhost ~]$ gzip nama_file

Setelah di kompres, kita bisa membaca file kita yang telah dikompres, caranya :

[tami@localhost ~]$ zcat nama_file

- Extract File : Mengembalikan format file seperti semula.

Caranya :  [tami@localhost ~]$ gunzip nama_file

 

Tidak ada Komentar »

MENGUBAH KEPEMILIKAN FILE (CHANGE OWNER) DAN GROUP (CHANGE GROUP)

Perintah ini hanya dapat digunakan pada user “root”

buka terminal dan ketikkan perintah berikut :

# chown namauser.namagrup namafile

# chown namauser.namagrup namadirektori

Contohnya sebagai berikut :

[root@localhost ~]# chown tami.tamtam berlatih_centos

Tidak ada Komentar »

MEMBUAT USER DAN GROUP MELALUI GUI

  1. Pilih Menu System>>Administration>>User and group
  2. Klik Add User untuk menambahkan user account baru.
  3. Masukan user name, full name dan password baru kemudian klik OK. 
  4. Buka terminal >> aktifkan user yang dibuat dengan perintah “su namauser”.
Tidak ada Komentar »

PENGATURAN HAK AKSES FILE DAN DIREKTORI

Fungsi hak akses adalah untuk mengatur ijin akses terhadap suatu file/direktori

kepada user/owner, group dan other (user/group lain)

User (u) : user account dimana file tersebut dibuat.

Group (g) : Kumpulan dari banyak user account.

Other (o) : Lingkungan di luar user account dan group.

Format izin akses

r : read. Hak akses untuk membaca. Nilai angka 4.

w : write. Hak akses untuk menulis. Nilai angka 2

x : executable. Hak akses untuk menjalankan. Nilai angka 1

( – ) : mengurangi hak izin

( + ) : menambah hak izin

Perintah untuk melihat hak akses: ls –l

Perintah untuk mengganti hak akses:

Ada beberapa cara perintah untuk merubah hak izin akses, yaitu :

  1. chmod ruang_lingkup=format nama_file   . Contohnya : chmod u=rw-,g=rw-,o=r– berlatih_centos   . Artinya : file tersebut untuk : ruang lingkup user U=rw- bisa membaca dan melakukan perubahan, dan ruang lingkup G=rw- dapat membaca dan menulis,ruang lingkup O=r– hanya bisa membaca saja.
  2. chmod nilai_angka nama_file  . Contohnya : chmod 664 berlatih_centos   . Artinya : file tersebut untuk ruang lingkup U=6 artinya (4+2) berarti dapat membaca dan mengubah. Ruang lingkup G=6 artinya (4+2) dapat membaca dan mengubah. Ruang lingkup O=4 artinya hanya dapat membaca saja.
  3. chmod ruang_lingkup-format nama_file    . Contohnya : chmod u-w,g-r,o-w berlatih_centos     .Artinya : file tersebut untuk ruang lingkup U-w dikurangi hak merubah data. Ruang lingkup G-r dikurangi hak membacanya. Untuk ruang lingkup O-w dikurangi hak merubah datanya.
Tidak ada Komentar »

PERINTAH DASAR LINUX

perintah dasar linux

Artinya, berada pada user : root. Hostnamenya adalah : localhost.  Direktori berada pada home dari user. Berisikan : file dan user account.

 [ root @localhost           home ] #

Artinya, berada        pada      user     :   root.     Hostname          nya      adalah      : localhost. Direktori berada pada home. Berisikan : user  account yang ada.

 [ root @localhost           / ] #

Artinya, berada pada user : root. Hostnamenya adalah : localhost. Direktori   berada   pada   /.   Berisikan   :   direktori-direktori   dari file system linux.

Beberapa perintah dasar linux diantaranya :

  • Organisasi user account
  1. su –l  : perintah pindah ke user root. Caranya, ketikkan :     [tami @localhost ~ ] $ su –l . Lalu tekan Enter maka berubah menjadi :     [root @localhost ~ ] #
  2. adduser : perintah untuk membuat user account baru. Caranya ketikkan :     [root @localhost ~ ] # adduser  namauser . Lalu tekan Enter
  3. Membuat password dari user account yg baru. Caranya, ketikkan:[root @localhost ~ ] # passwd  namauser. Setelah itu tekan Enter. Lalu  ketikkan password baru nya, perintah input password akan muncul 2x.
  4. SU : perintah masuk ke user account. Caranya, ketikkan :    [root @localhost ~] # su  namauser. Lalu tekan Enter, lalu akan berubah menjadi  :      [namauser @localhost root ] $   . Prompt berikut berarti sudah masuk ke user “namauser” namun masih direktori root, jika keaadaannya seperti ini kita tidak bisa menambah file atau direktori baru didalamnya. Ketikkan :   [namauser @localhost root ] $ cd     untuk masuk ke home user account kita. Sehingga berubah menjadi :     [namauser @localhost ~ ] $      
  5. pwd : melihat posisi direktori yang sedang aktif. Caranya ketikkan :   [namauser @localhost  ~ ] $ pwd    / home/namauser
  • Organisasi direktori
  1. mkdir : membuat direktori baru. Caranya, ketikkan :    [namauser @localhost  ~ ] $ mkdir  namadirektori . Lalu tekan Enter.
  2. cd  : untuk berpindah dari suatu direktori ke direktori lainnya.
  • Cd : masuk ke direktori home dari user account. Turun satu tingkat. Ketikkan :    [namauser @localhost  root ] $ cd  . Lalu tekan Enter. Hasilnya:     [namauser @localhost  ~ ] $
  • Cd  namadirektori : pindah/masuk ke direktori yang dituju. Ketikkan:   [namauser @localhost  ~ ] $ cd namadirektori  . Tekan Enter, hasilnya:   [namauser @localhost  namadirektori ] $
  • Cd .. : naik satu tingkat. Ketikkan :     [namauser @localhost  linux  ] $ cd..      Lalu tekan Enter, hasilnya :   [namauser @localhost  ~ ] $

3.  Ls  : untuk melihat/menampilkan isi dari sebuah direktori atau user account.

  • Ls  : menampilkan file atau direktori. Ketikkan :      [namauser @localhost  ~ ] $ ls   Maka akan tampil nama file dan direktori yang ada. Jika jenisnya direktori maka teks berwarna biru. Jika file maka teks berwarna hitam.
  • Ls –a  : menampilkan semua file termasuk file yang dihidden (disembunyikan). Ketikkan  :    [namauser@localhost  ~ ] $ ls -a      Tekan Enter. File yang dihidden diawali symbol (.)
  • Ls  -l  : menampilkan file dan direktori beserta atributnya. Ketikkan :     [namauser @localhost  ~ ] $ ls -l     Atribut terdiri dari nama file, ukuran, tanggal dimodifikasi, pemilik, group.
  • Ls  -f  : menampilkan semua file tanpa ada proses sortir. Ketikkan :      [namauser @localhost  ~ ] $ ls -f
  • Ls  -F  : menampilkan file dan direktori dengan symbol penanda ditiap masing2 nya. Ketikkan :      [namauser @localhost  ~ ] $ ls -F     Simbol ( / ) tanda direktori, symbol (@) untuk file symbolic link. Symbol ( * ) untuk file yang bersifat executable. Tanda ( = ) untuk socket.
  • Ls  -R  : menampilkan file, jika didalam direktori terdapat file, maka akan langsung ditampilkan. Ketikkan :       [namauser @localhost  ~ ] $ ls -R

4.  Rmdir  : untuk menghapus direktori.

  • Rmdir : menghapus direktori kosong. Ketikkan :    [namauser @localhost  ~ ] $ rmdir  namadirektori
  • Rm  -r : menghapus direktori yang ada isi file nya. Ketikkan :     [namauser @localhost  ~ ] $ rm  -r  namadirektori
  • Organisasi File
  1. File : mengidentifikasi suatu file atau direktori. Ketikkan:     [namauser @localhost  ~ ] $ file  *
  2. cat : perintah untuk membuat file baru.
  • Cat>namafile : Perintah untuk membuat file baru. Ketikkan :       [namauser @localhost  namadirektori ] $ cat>namafile     Ketikkan isi file, lalu tekan : ctrl+d untuk simpan
  • Cat  namafile : Perintah untuk membaca file yang sudah dibuat. Ketikkan :       [namauser @localhost  namadirektori ] $ cat  namafile
  • Cat>>namafile : Perintah untuk menambah isi file yang sudah dibuat. Ketikkan :       [namauser @localhost  namadirektori ] $ cat>>namafile   Tambahkan isi file. Tekan : ctrl+d untuk simpan

3.  Cp : mengcopy sebuah file (menggandakan/copy file). Ketikkan :   [namauser @localhost  namadirektori ] $ cp    namafile  namafilebaru

4. Ls  :  melihat isi file dari sebuah direktori. Ketikkan :     [namauser @localhost  namadirektori ] $ ls

5.  Rm : menghapus file. Ketikkan :      [namauser @localhost namadirektori ] $ rm  namafile

         6.  Mv : memindahkan file dari direktori semula ke direktori lain (cut) atau merename file.

  • Mv  namafile  alamatdirektorinya  :  memindahkan file (cut). Ketikkan :   [namauser @localhost  namadirektori ] $ mv  namafile home/direktoritujuan
  • Mv  namafileawal  namafilebaru    :  merename file. Ketikkan :   [namauser @localhost  namadirektori ] $  mv  namafile  namafilebaru

7.  Vi : membuat file baru dengan tampilan jendela editor. Ketikkan :     [namauser @localhost  namadirektori ] $  vi  namafile    Setelah masuk ke editor vi, isi file

  • Untuk simpan file + keluar dari editor vi, tekan tahan tombol shift dan tekan symbol “:” lalu ketik wq, tekan enter.
  • Untuk keluar dari editor vi tanpa menyimpan file, tekan tahan tombol shift dan tekan symbol “:” lalu ketik q!, tekan enter.
  •  Menyimpan file tanpa keluar dari editor vi, tekan tahan tombol shift dan tekan symbol “:” lalu ketik w, tekan enter.
Tidak ada Komentar »

PENGATURAN HAK AKSES FILE DAN DIREKTORI

Dalam linux, file atau direktori bisa diatur hak aksesnya, sehingga tidak semua orang
bisa mengakses file atau direktori yang dibuat.

Fungsi   hak   akses   adalah   untuk   mengatur   ijin   akses   terhadap   suatu   file/direktori
kepada user/owner, group dan other (user/group lain)

User (u)         : user account dimana file tersebut dibuat.

Group (g)        : Kumpulan dari banyak user account.

Other (o)        : Lingkungan di luar user account dan group

Format izin akses

r  : read. Hak akses untuk membaca. Nilai angka 4.

w : write. Hak akses untuk menulis. Nilai angka 2

x : executable. Hak akses untuk menjalankan. Nilai angka 1

( – ) : mengurangi hak izin

( + ) : menambah hak izin

Perintah untuk melihat hak akses: ls –l

-rw-rw-r– 1 user user  24 Sep 29 08:30 mahasiswa
Keterangan:

-                  Jenis file biasa

rw-                hak akses user, user bisa baca file, tulis/edit file

rw-                hak akses group, group bisa baca file, tulis/edit file
r–               hak akses other, other hanya bisa baca file

user              user account

user              group

24                kapasitas file sebesar 24 bytes

Sep 29            tanggal pembuatan file

08:30             jam  pembuatan file

mahasiswa          nama file

Perintah untuk mengganti hak akses:

chmod   hak_akses_file   nama_file

Ada beberapa cara perintah untuk merubah hak izin akses, yaitu :

1.   chmod  ruang_lingkup=format  nama_file
contoh : chmod  u=rw-,g=rw-,o=r–  latih1

artinya   :   file  tersebut   untuk   :   ruang   lingkup   user  U=rw-  bisa   membaca   dan
melakukan perubahan, dan ruang lingkup  G=rw- dapat membaca dan menulis,
ruang lingkup O=r– hanya bisa membaca saja.

2.   chmod  nilai_angka  nama_file
contoh : chmod 664  latih1

artinya   :  file  tersebut  untuk   ruang    lingkup   U=6   artinya   (4+2)  berarti  dapat
membaca dan mengubah. Ruang lingkup G=6 artinya (4+2) dapat membaca dan
mengubah. Ruang lingkup O=4 artinya hanya dapat membaca saja

3.   chmod  ruang_lingkup-format  nama_file
contoh : chmod  u-w,g-r,o-w  latih1

artinya   :   file   tersebut   untuk   ruang   lingkup  U-w   dikurangi   hak   merubah   data.
Ruang     lingkup  G-r    dikurangi   hak   membacanya.       Untuk    ruang    lingkup  O-w
dikurangi hak merubah datanya.

Tidak ada Komentar »

Susunan Direktori Linux

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Di dalam Linux, menggunakan filesystem dimana   directory   akan   tersusun   ke   dalam   hirarkis   tunggal.   Berbeda   dengan   struktur   di windows       dimana    susunan    directory    ditentukan    dengan   kondisi     partisi  dan   harddisk. Bentuk drive di windows merupakan representasi dari partisi dimana huruf C diberikan  untuk     partisi  pertama    di  harddisk    pertama.    DI  Linux    tidak   mengenal     konsep    drive. Berbagai macam partisi dapat di mount kedalam direktori yang berada di dalah struktur direktori   linux.   Di   Windows,   untuk   menunjukkan   lokasi   sebuah   file,   kita   menuliskan seperti ini;

 

 1| D:\Folder\tempat\menyimpan\file.txt

DI lingkungan Linux, untuk menunjukkan sebuah lokasi file, berupa seperti berikut;

 1| /Folder/tempat/menyimpan/file.txt

Dari kedua perbedaan diatas, kita dapat mudah   melihat perbedaan penggunaan slash di

 

Linux versus backslashes di Windows. Danjuga tidak adanya nama drive (C:, D:, E: dll).

Pada saat komputer booting, ‘partisi root’ akan di mount di / dan seluruh file, direktori dan device akan di mount dibawah /. Perlu juga diingat bahwa penamaan file dan direktori di Linux adalah case-sensitive, yaitu huruf besar dan huruf kecil merupakan karakter yang berbeda. /Folder/tempat/file.txt beda dengan /folder/Tempat/file.TXT  Struktur direktori Linux mengikuti standart “Filesystem Hierarchy Structure (FHS)” yang  di   pegang     oleh  Free   Standart    Group    walaupun      kebanyakan      distribusi  memodifikasi standart tersebut.

 

/ (root)

Struktur   direktori   di   Linux   secara   umum   diawali   dengan   root   filesystem   “/”   dan   tentu juga merupakan root atau akar dari seluruh direktori global. Partisi dimana di letakkan / (root system) akan menjadi direktori sistem atau partisi pokok.

 

/boot

Direktori boot tesimpan file-file boot loader diantaranya grub atau lilo. Kernel, initrd dan system.map       juga   terletak   didalam    /boot.  Jika   system    yang   digunakan     menggunakan partisi   LVM   ataupun   partisi   dalam   jaringan.   Maka   ada   baiknya   dibuatkan   partisi   kecil tersendiri untuk meletakkan /boot di harddisk dengan filesystem konvensional. /boot ini umumnya sangat jarang sekali berubah isinya, kecuali memang kita sering bermain-main dengan kernel.

 

/sys

Berisi informasi yang berkaitan dengan kernel, device dan firmware. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘system’.

 

/sbin

Berisi   file-file   biner   yang   esensinya   untuk   sistem  dan   mengendalikan   sistem.   File-file biner   atau   bisa   dianggap   aplikasi   sistem   ini   jika   dioperasikan   secara   tidak   tepat   bisa berpotensi merusak. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan  dari ‘super binary’

 

/bin

Berisi   file-file   binari   atau   aplikasi   yang   lebih   umum   dan   dapat   digunakan   oleh   semua user. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘binary’

 

/lib

Berisi   file-file   library   atau   pustaka   dari   semua   aplikasi   binari   yang   tersimpan   dalam direktori    /sbin   dan   /bin.  Di  direktori    ini  juga   tersimpan    berbagai    macamlibrari      yang digunakan untuk aplikasi lain. Konsep penggunaan librari bersama ini membuat aplikasi di linux dapat menghemat ukuran. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘library’

 

/dev

Merupakan pseudo filesystem, atau directory yang isinya sebenarnya bukan benar-benar berisi   file.   Isi   dari   /dev   ini   berkaitan   dengan   perangkat-perangkat   yang   terdapat   pada system.   Misalkan   untuk   informasi   port   serial,   port printer,   dapat   di   berlakukan   seperti membaca   file.   Misalkan   perangkat   serial   terletak   di  /dev/tty01,   kemudian   partisi   dalam harddisk di sebut sebagai /dev/sda7. dan lain sebagainya. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘device’

 


 

/etc

Direktori      /etc  berisi   file-file   konfigurasi     sistem.    Mayoritas      aplikasi    dan   layanan konfigurasinya         tersimpan       di    direktori     /etc    termasuk       diantaranya      /etc/hosts, /etc/resolv.conf      dan    lain  sebagainya.      Di   direktori   /etc/init.d    tersimpan     konfigurasi bagaimana sebuah layanan dijalankan. Di direktori /etc/rc*.d tersimpan konfigurasi untuk menentukan service yang dijalankan untuk tiap-tiap sesi init.

 

/home

Semua direktori home dari pengguna tersimpan di direktori ini dengan nama user masing- masing sebagai pengelompokannya. Untuk beberapa sistem linux yang di spesifikasikan untuk   server,   direktori   pengguna   masih   dikelompokkan   lagi   kedalam   /home/users.   Di dalam      direktori   /home/nama-user       tersimpan     konfigurasi-konfigurasi      yang    spesifik terhadap   user   tersebut.   Oleh   karena   itu,   berbeda   user,   walaupun   berada   di   sistem   yang sama bisa mendapat lingkungan dan tampilan yang sama sekali berbeda. Direktori /home merupakan direktori yang paling ‘dekat’ dengan user. Direktori /home ini bisa berisi dari dokumen-dokumen   pekerjaan   user   hingga   file-file   hiburan   seperti   mp3   dan   film   juga termasuk foto-foto yang dimiliki oleh user. Oleh karena itu, untuk membatasi agar file- file   di  pengguna     tidak  mendesak      file-file  system,   sangat   umum     untuk    meletakkan direktori   /home   di   partisi   yang  terpisah.   Hal   ini   dapat   menahan   file-file   yang  disimpan user hingga total ukuran tertentu tanpa mengganggu ruang gerak system.    

 

/media

Merupakan direktori untuk menyimpan direktori-direktori mount point. CD-ROM, DVD, flash   disk,   bahkan   floppy   disk   juga   akan   termount   di   direktori   ini.   Pada   distro-distro modern, sudah memberikan fasilitas untuk menampilkan devicedevice yang dimount ke depan Desktop. Sehingga pengguna tidak perlu susah dan repot menuju ke /media untuk dapat mengakses flash disk-nya tapi cukup lihat ke desktop-nya dan masuk ke direktori yang   teerbuat   baru   di   sana.   Untuk   workstation   yang  terintegrasi   dengan   jaringan,   pada umumnya untuk melakukan mounting storage network juga diletakkan di /media. Dengan dikelompokkan   seperti   itu   maka   mudah   untuk   mengenali   bahwa   semua   yang   berada   di dalam /media merupakan media penyimpan.

 

/mnt

Pada Linux yang masih umum menggunakan kernel 2.4.x. Untuk tempat mengumpulkan mount     point   berada   di  /mnt.   Dikarenakan     pada   sistem   berbasis    kernel   2.6.x  sudah menggunakan /media, maka /mnt ini umumnya kosong. /mnt bisa juga dijadikan mount point    pada   saat  system   rescue   atau  troubleshooting.     Untuk    memudahkan       mengingat,  direktori ini dianggap kependekan dari ‘mount’     /opt Direktori /opt saat ini jarang digunakan. Beberapa paket software terpisah menggunakan direktori untuk menyimpan paket yang menuju ke lokasi manapun. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘optional’

 

/usr

Sebuah sub-hirarki dari   root filesistem di simpan didalam /usr.   Didalam /usr tersimpan aplikasi   dan   utiliti   yang   spesifik   dengan   user.   Jika   kita   melihat   kedalam   direktori   /usr maka kita juga akan menemukan direktori yang mirip dengan di /yaitu bin, sbin dan lib. Hanya   saja,   aplikasi   dan   librari   yang   terletak   /usr   tidak   terlalu   kritikal   untuk   sistem. Untuk istilah mudahnya, /usr merupakan tempat dimana user menginstall aplikasi sendiri yang   bukan   official   dari   distro.   Misalkan   menginstall   melalui   tar-ball,   atau   paket   yang dibuat   sendiri.   Jika   pengguna   termasuk   orang   yang   sering   menambah-nambah   aplikasi sendiri diluar bawaan paket yang disediakan untuk distro itu, maka direktori /usr sudah dipastikan akan cepat sekali membengkak. Ada baiknya untuk sistem yang penggunanya seperti itu, /usr di berikan partisi sendiri. Untuk aplikasi yang bisa langsung dijalankan, sistem linux akan membaca secara bersamaan yang ada di /bin dan di/usr/bin begitu juga untuk     /sbin   dan   /usr/sbin.    Untuk    memudahkan         mengingat,     direktori    ini  dianggap kependekan dari ‘user’

Tidak ada Komentar »

Instalasi CentOS 5.5 Server

Persiapan instalasi CentOS. Yang perlu dipersiapkan adalah sebuah PC dengan spek yang cukup memadai dan juga DVD CentOS 5.5. Tapi karena setelah ini saya berniat membuat VPS pada sistem yang saya install ini jadi saya sarankan kita menginstall pada harddisk dengan kapasitas yang besar dan juga RAM yang memiliki memory besar.

Langkah-langkah menginstall Linux CentOS 5.5 :

Booting PC melalui Optical DriveSetelah itu akan muncul seperti pada tampilan di bawah. Tekan Enter apabila ingin menginstal melalui mode GUI (gambar) atau ketik linux text lalu tekan


Enter apabila ingin menginstal melalui text mode.Selanjutnya akan muncul tampilan untuk mengecheck DVD instaler. Pilih OK apabila ingin mengecheck DVD tersebut atau Skip bila tidak. Pada percobaan kali ini saya melewatkan proses check jadi saya memilih skip.

Klik next untuk melanjutkan proses instalasi, seperti pada gambar di bawah.

Lalu akan muncul pilihan untuk memilih bahasa instalasi yang diinginkan. Saya menggunakan bahasa inggris untuk proses kali ini. Klik next.

Lalu kita akan memilih layout keyboard yang digunakan. Klik next untuk melanjutkan.

Selanjutnya kita akan masuk ke proses partisi. Kali ini saya memilih partisi secara manual oleh karena itu pilih Create Custom Layout lalu klik next.

Kemudian buatlah partisi sesuai dengan yang diinginkan. Kali ini saya membuat partisi dengan space

- /boot(ext3/4) 150 MB

- Swap 1024 MB (2x RAM)

- / (ext3/4) sisanya

Setelah itu kita akan diminta untuk menginstall boot loader, ada GRUB ada juga LILO. Pada kesempatan ini saya menggunakan GRUB.

Selanjutnya kita akan diminta mensetting IP address. Kita lewatkan saja dahulu. Klik next.

Lalu kita bisa memilih zona waktu yang sesuai dengan kita.

Setelah itu kita diminta untuk mengisi Password untuk Root. Isikan sesuai kehendak.

Selanjutnya kita dapat memilih paket yang ingin diinstal. Karena saya menginstal server maka pilihlah server.

Klik next untuk memulai proses instalasi CentOS.

Proses instalasi CentOS.

Lalu reboot system dengan klik reboot. Proses installasi selesai,.

Lalu kita akan masuk ke tampilan GRUB boot loader.

Tampilan server CentOS mode Text.

Tidak ada Komentar »